Raker Ditjen Hubla 2019, Bekerja Dengan Hati Wujudkan Transportasi Laut Yang Bersih, Efektif dan Terintegrasi

0
35

(maritimedia.com) – SURABAYA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membuka Rapat Kerja Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Raker Ditjen Hubla) Tahun 2019.

Raker dengan tema “Transportasi Laut yang Bersih, Efektif dan Terintegrasi” diselenggarakan dari tanggal 8 s.d. 10 April 2019, di ruang Mataram, Kantor Pusat Kementerian Perhubungan Jakarta, Senin (8/4/19).

Dalam sambutannya, Menhub Budi Karya meminta agar seluruh jajaran Ditjen Hubla dapat bekerja dengan hati dalam menjalankan tugas dan mengabdi kepada bangsa.

“Ada visi misi yang bagus dari Ditjen Hubla yaitu mereka ingin bekerja dengan hati karena jika kita bekerja dengan hati dan sungguh-sungguh bisa menyelesaikan pekerjaan,” ujar Menhub Budi di Jakarta.

Menhub Budi juga menyampaikan apresiasi kepada Ditjen Perhubungan Laut atas beberapa capaian pada sektor transportasi laut di tahun 2018.

Di antaranya keberhasilan Indonesia menduduki peringkat ke-III di Asia Tenggara untuk Index Pelayanan di Pelabuhan yang sejalan dengan penurunan Dwelling Time di pelabuhan.

“Logistic Performance Index juga mengalami peningkatan peringkat yang cukup signifikan dari peringkat 63 di tahun 2016 menjadi peringkat 46 di tahun 2018,” ucap Menhub Budi.

Selain itu, Menhub Budi juga mengapresiasi kinerja dan pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok yang pada tahun 2018 telah berhasil menerima Penghargaan Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo mengatakan bahwa Raker Ditjen Hubla diselenggarakan dalam rangka meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi antar unit kerja sebagai upaya meningkatkan kinerja dan pelayanan di bidang transportasi laut sekaligus menjawab tantangan kemajuan teknologi di era revolusi industri 4.0.

Lebih lanjut, Dirjen Agus mengatakan, saat ini Indonesia tengah menyongsong era Industri 4.0 sehingga Ditjen Perhubungan Laut harus segera merespon dan beradaptasi, dengan mengimplementasikan teknologi informasi dalam kegiatan operasional dan pelayanan kepada para stakeholder.

“Dengan adanya digitalisasi pelayanan melalui penerapan Inaportnet dan Delivery Order Online, diharapkan dapat menurunkan biaya logistik nasional dan Dwelling Time,” ucap Dirjen Agus dilansir Humas Laut Kemenhub.

Comments are closed.