Revitalisasi Selesai, Pelabuhan Benoa Mantapkan Diri Menjadi Home Port Cruise

0
99

(maritimedia.com) – SURABAYA – Pelabuhan Benoa Bali yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III akan menjadi home port cruise. Hal ini dengan telah rampungnya pengerukan dan pendalaman alur dari minus 9 Meter LWS (low water spring/rata-rata muka air laut) menjadi minus 12 Meter LWS.

“Rampungnya pengerukan kolam dan pendalaman alur, akan meningkatkan jumlah kunjungan kapal pesiar. Bahkan, kapal pesiar tersebut tidak hanya transit namun pelabuhan Benoa akan menjadi home port cruise, dimana kapal pesiar berangkat dari Benoa, kemudian berkeliling di Indonesia Timur dan nanti akan kembali lagi ke Benoa,” ujar Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis Pelindo III Toto Nugroho Pranatyasto.

Lebih lanjut, kata Toto Nugroho, dengan menjadi home port cruise tentunya akan berdampak positif bagi perekonomian di Bali karena ini memiliki Multiplier effect cukup besar.

“Saat kapal pesiar bersandar di pelabuhan, maka tentunya bisa menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat disekitarnya, turis akan meningkatkan length of stay dan pada akhirnya mereka lebih banyak berbelanja. Hotel, restaurant, toko-toko souvenir, kendaraan umum/sewa juga yang akan menuainya,” ucap Toto dalam siaran pers Pelindo III.

Sementara itu, Direktur Teknik Pelindo III Joko Noerhudha, mengatakan dengan selesainya revitalisasi pelabuhan Benoa akan memungkinkan kapal pesiar dengan LOA (Length of All) / ukuran panjang lebih dari 350 Meter untuk sandar di demaga dimana sebelumnya hanya bisa berlabuh diluar pelabuhan.

“Dengan adanya revitalisasi tersebut, tentunya akan menambah minat kedatangan kapal pesiar karena dari sisi keamanan dan kenyamanan akan terjamin,” kata Joko Noerhudha di Surabaya.

Joko Noerhudha menambahkan, kini  kolam di dermaga timur, selatan, kolam di curah cair dan gas telah menjadi minus 12 meter LWS dari sebelumnya antara minus 8 hingga minus 9 meter LWS. Sedangkan lebar di kolam timur dari awal 150 meter sekarang telah menjadi 200 meter, dan untuk kolam barat dari 150 meter menjadi 330 meter.

“Turning basin atau area untuk berputar kapal juga diperlebar sehingga kapal yang memiliki radius putar lebih panjang dapat melakukan manuver dengan aman dari 300 meter sekarang menjadi 420 meter,” tambah Joko Noerhudha.

Sedangkan peningkatan fasilitas pelabuhan khususnya terkait dengan gedung terminal penumpang, Pelindo III meningkatkan  kapasitas gedung terminal penumpang yang semula hanya berkapasitas 900 orang akan diperbesar hingga menampung 3.500 orang dalam bangunan seluas 5.600 meter persegi.

“Pembangunan gedung terminal penumpang kapal pesiar di benoa akan selesai semester dua tahun 2019, hingga februari ini, progress pembangunan fisik bangunan telah mencapai 58%,” pungkas Joko Noerhudha.

Adapun jumlah kunjungan penumpang kapal pesiar pada tahun 2018 tercatat 54.802 orang wisatawan mancanegara, naik 5% dibanding tahun 2017 sebanyak 52.125 orang. Untuk jumlah kapal pesiar tercatat sebanyak 67 unit kapal pesiar telah mengunjungi Bali melalui pelabuhan benoa selama tahun 2018.

Comments are closed.