Menhub Targetkan PNBP Kementerian Perhubungan Tahun 2019 Sebesar 8,6 Triliun

0
61

(maritimedia.com) – SURABAYA – Kementerian Perhubungan menargetkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2019 sebesar 8,6 Triliun rupiah.

Hal itu dikatakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat memberikan pembekalan kepada sekitar 600 Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) di lingkungan Kementerian Perhubungan Rabu (30/1/19), di Jakarta.

Menhub Budi Karya Sumadi optimis pada tahun 2019 realisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) naik dibandingkan tahun 2018.

“Dari Target PNBP Kementerian Perhubungan tahun 2018 sebesar Rp 9 Triliun, realisasi PNBP nya sebesar 8,2 Triliun. Tahun 2019 kita memiliki target 8,6 triliun. Namun demikian, PNBP tidak boleh membebani masyarakat. Untuk itu kami akan memformulasikan mana yang harus dikenakan PNBP dan mana yang tidak,” kata Menhub Budi Karya Sumadi.

Lebih lanjut Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, selain berperan dalam penerimaan negara, PNBP juga berfungsi dalam memperbaiki pelayanan instansi negara kepada masyarakat.

“Perbaikan pelayanan tersebut bisa dibiayai dari PNBP sehingga apa yang dibayarkan masyarakat berupa PNBP, dapat kembali dinikmati oleh masyarakat,” ucap Menhub Budi dilansir Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub.

Menhub Budi mencontohkan, di sektor transportasi penerimaan PNBP dapat digunakan untuk meningkatkan pelayanan transportasi dalam pembangunan infrastruktur, seperti Bandara, Pelabuhan di daerah-daerah 3T (Tertinggal, Terluar, Terdalam), maupun untuk meningkatkan pelayanan publik lainnya.

Menhub Budi, juga mengemukakan bahwa dari total pagu anggaran Kementerian Perhubungan pada Tahun 2019 sebesar Rp 41,55 Triliun, sebanyak 35% akan dialokasikan untuk sektor perkeretaapian.

Hal ini dikarenakan sektor kereta api merupakan capital intensive, yang membutuhkan investasi dalam jumlah besar guna melanjutkan proyek-proyek pembangunan rel kereta jalur ganda, jalur kereta di Pulau Jawa bagian selatan, serta beberapa proyek lainnya.

“Kereta ini adalah suatu representasi angkutan massal, angkutan masa depan yang ramah lingkungan dan itu menjadi konsentrasi kita,” jelas Menhub Budi.

Adapun untuk sektor perhubungan laut, Menhub Budi menyampaikan bahwa pada tahun 2019, akan memaksimalkan anggaran untuk pelayaran rakyat dan tol laut yang meningkat hingga 60% sampai 70% dari jumlah yang sebelumnya . Penambahan ini akan diambil dari efisiensi rencana anggaran yang sudah dilakukan.

Sedangkan untuk sektor perhubungan udara, Menhub Budi menyebutkan pada tahun 2019, anggaran akan di titik beratkan untuk melengkapi alat-alat navigasi udara serta menempatkan SDM pada simpul-simpul transportasi yang berada di Papua dan Kalimantan Utara.

Comments are closed.