INSA: Pola Trayek Tol Laut 2019 Lebih Efisien

0
103

(maritimedia.com) – SURABAYA – Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) menilai keputusan pemerintah menerapkan pola hub and spoke dalam program Tol Laut 2019 sebagai langkah yang efisien.

“Dengan memperhatikan sudah adanya liner-liner swasta yang menjalani main trayek dari main loading port Tanjung Priok dan Tanjung Perak ke berbagai main discharging ports, maka yang diperlukan hanyalah memperbanyak feeder-feeder menuju daerah T3P (terjauh, terpencil, tertinggal dan perbatasan),” kata Ketua Umum DPP INSA, Carmelita Hartoto di Jakarta, Kamis (27/12/18).

Lebih lanjut Carmelita mengatakan dengan strategi itu, subsidi dapat dipangkas separuh dari tahun-tahun sebelumnya. Apalagi, muatan Tol Laut yang dibawa oleh kapal liner swasta hanya menerima subsidi freight peti kemas, bukan subsidi operasional kapal.

“Pemerintah hanya mengalokasikan anggaran Rp 222 miliar untuk menyubsidi program Tol Laut tahun depan, sekitar separuh dari alokasi tahun ini yang mencapai Rp 447,6 miliar,” pungkas Carmelita.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan telah menetapkan 18 trayek tol laut pada 2019. Dimana sebagian besar merupakan rute penghubung (feeder) agar penurunan disparitas harga barang lebih merata.

Penetapan itu dituangkan dalam Keputusan Dirjen Perhubungan Laut No. UM 002/109/2/DJPL-18 tertanggal 14 Desember 2018. Berdasarkan SK itu, terdapat 7 trayek jarak jauh (direct call) dan 11 feeder.

Nantinya, bahan pokok dan barang penting akan diturunkan di pelabuhan hub untuk selanjutnya diangkut menggunakan kapal feeder ke lokasi-lokasi terpencil.

Comments are closed.