2019, Pelni Incar Trayek Tol Laut di Papua

0
95

(maritimedia.com) – SURABAYA – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) kembali mengincar trayek tol laut di Papua tahun 2019, setelah tahun 2018 dilepas pemerintah ke perusahaan pelayaran swasta.

“Hampir sebagian besar pelayanan Pelni ada di kawasan timur sehingga dapat bersinergi dengan program Tol Laut,” kata Direktur Angkutan Barang dan Tol Laut Pelni, Harry Boediarto.

Khusus untuk Papua, Harry menjelaskan Pelni pernah mengoperasikan kapal untuk rute itu. Infrastruktur distribusi bahan pokok dan barang penting dari pelabuhan tujuan ke konsumen pun sudah tersedia.

“Pelni sudah ada Rumah Kita di Papua,” ujar Harry.

Lebih lanjut Harry menjelaskan, tahun ini, Pelni melayani enam trayek tol laut sebagaimana ditugaskan pemerintah, yakni T-2 (Tanjung Priok-Tanjung Batu-Belinyu-Tarempa-Natuna-Midai-Serasan-Tanjung Priok), T-4 (rute Tanjung Perak-Makassar-Tahuna) dan T-6 (Tanjung Perak-Tidore-Morotai-PP).

Selanjutnya T-13 (Kalabahi-Moa-Rote-Sabu), T-14 (Tanjung Perak-Lewoleba-Adonara/Tenong-Larantuka), dan T-15 (Kisar-Namrole-PP).

Harry menambahkan, Pelni juga pernah mengoperasikan trayek Tanjung Perak-Paumako Timika-Agats Asmat hingga Merauke. Namun, sejak 2018, rute yang semula dilayari oleh KM Caraka Jaya Niaga III-32 (kapasitas 115 kontainer TEU’s) itu dialihkan ke perusahaan pelayaran swasta. Karena itu Pelni berharap tahun depan bisa melayani kembali rute itu.

“Tapi, ini merupakan kebijakan dari Hubla (Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan). Jadi, kami menunggu apapun yang menjadi keputusan pemerintah,” pungkas Harry.

Untuk diketahui, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menetapkan 18 trayek Tol Laut pada 2019. Sebagian besar merupakan rute penghubung (feeder) sebagai solusi bagi penurunan disparitas harga barang yang lebih merata.

Penetapan itu dituangkan dalam Keputusan Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut No UM 002/109/2/DJPL-18 tertanggal 14 Desember 2018. Berdasarkan Surat Keputusan (SK) itu, terdapat 7 trayek jarak jauh (direct call) dan 11 feeder.

Adapun dari 18 trayek tersebut, 2 di antaranya ke Papua Barat dan Papua, yakni Tanjung Perak-Oransbari-Waren-Teba-Ambon-Tanjung Perak (T-9) dan Tanjung Perak-Fak Fak-Kaimana-Timika-Agats-Boven Digoel-Tanjung Perak (T-11).

Comments are closed.