Turunkan Dwelling Time, Menhub Minta Tiga Pelabuhan Utama Kloning Sistem Pelabuhan Tanjung Priok

0
362

(maritimedia.com) – JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta agar dilakukan kloning sistem, yaitu menerapkan sistem yang sama di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dengan tiga pelabuhan utama lainnya di Indonesia dalam upaya menurunkan dwelling time di pelabuhan.

Hal ini mengikuti instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar waktu bongkar muat barang di pelabuhan (dwelling time) di bawah tiga hari. Sehingga bisa berdampak terhadap penurunan biaya logistik.

Menhub Budi Karya menetapkan target dwelling time 2,5 hari sementara hanya berlaku di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Sedangkan di pelabuhan utama lainnya di luar Jakarta seperti Surabaya, Medan dan Ujung Pandang, Menhub menetapkan target dwelling time 3,5 hari.

Kebijakan itu diambil dalam rapat koordinasi seluruh pemangku kepentingan untuk menurunkan dwelling time di Indonesia, Rabu (21/9). Pemangku kepentingan yang dihadir yaitu Kementerian BUMN, Ditjen Bea Cukai Kemenkeu, Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, TNI, POLRI, Pelindo I, II, III, dan IV.

Menhub menjelaskan untuk mempercepat target pelabuhan-pelabuhan di luar Jakarta agar menyamai target dwelling time di Jakarta, perlu dilakukan kloning sistem. “Tempat (pelabuhan) yang sudah bagus kita kloning,” ujar Menhub Budi Karya.

Hal yang perlu dilakukan, menurut Menhub, adalah berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan lain. Sehingga cara kerja Pelindo II bisa diterapkan di Pelindo lainnya dalam mengatasi dwelling time.

“Misalnya pada post clearance. Pelindo II relatif memiliki sistem yang lebih baik dari yang lain. Makannya dilakukan kloning sistem ke Pelindo I, 3 dan 4,” ujar Menhub Budi Karya.

Menhub Budi Karya mengakui pasca pembongkaran barang setelah dari pelabuhan (post clearence) memiliki banyak kendala. Karena itu harus ada penekanan waktu usai pembongkaran

“Post clearence tantangan paling banyak kita memberikan suatu batas tengah, satu hari dari pre clearence, bisa dan tercapai,” ucap Menhub Budi Karya.

Menhub Budi Karya menambahkan tidak hanya kloning sistem yang dilakukan dalam penanggulangan dwelling time, namun ada dua hal penting lainnya yang harus diselesaikan dan dievaluasi.

Pertama masalah peralatan, dan kedua, masalah kesepakatan untuk membuka operasional 24 jam dan kualifikasi SDM-nya. “Intinya, spiritnya harus sama-sama yakin bisa dibawah 3 hari,” pungkas Menhub Budi Karya.

Comments are closed.