Sumut dinilai perlu miliki pelabuhan alternatif

0
88

MEDAN: Untuk meningkatkan kegiatan ekspor impor barang, Sumut harus memiliki pelabuhan alternatif selain Belawan yang memiliki komposisi 83,11% dari 12 pelabuhan lain di Sumut.

Kepala Litbang Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Sumut, Suhairil Latif mengatakan Pelabuhan Sibolga dapat menjadi alternatif lain untuk pelabuhan tujuan ekspor komoditas dari Sumut. Hal tersebut dikarenakan banyak wilayah di barat Sumut harus mengeluarkan biaya lebih tinggi untuk mencapai Belawan dibandingkan ke Sibolga.

“Contohnya wilayah barat Sumut seperti Madina sebagai salah satu wilayah potensi sawit harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk mencapai Balawan. Jika Sibolga dapat dikembangkan, tentu biaya-biaya tersebut dapat ditekan,” ujarnya kepada Bisnis, hari ini.

Selain itu, lanjutnya, pengembangan pelabuhan laternatif tersebut dapat meningkatkan daya saing antara pelabuhan.

Selama ini Belawan sudah mencapai 85,01% komposisi pada tahun lalu dan tahun ini sudah mencapai 83,11% dengan nilai US$7,9 juta dan volume 6,3 juta ton dibandingkan dengan 12 pelabuhan yang ada seperti Tanjung Balai, Sibolga, dan Polonia Medan.

“Meski dibandingkan dengan Tanjung Balai yang sudah menyumbang 0,24% kegiatan ekspor pada tahun ini dengan nilai US$ 9.000 dan volume 9 ton. Itu didominasi oleh ekspor perikanan dan lain-lain, sedangkan wilayah Sibolga sangat potensial untuk dikembangan dengan tujuan ekspor seperti CPO,” ujarnya.

Namun, pelabuhan di Sibolga masih terkendala oleh infrastruktur yang belum memadai meski potensinya sangat besar.

“Kalau berbicara tentang infrastruktur, Belawan sebagai pelabuhan terbesar di Sumatra saja masih jauh dari mapan. Untuk itu pemerintah harus mencari cara untuk meningkatkan pertumbuhan pembangunan infrastruktur di pelabuhan tujuan ekspor untuk mencapai pertumbuhan ekspor lebih besar lagi,” jelasnya.

Comments are closed.