Tarif Khusus Transhipment Peti Kemas Domestik Akan di Berlakukan di Pelabuhan Tanjung Perak

0
41

(maritimedia.com) – SURABAYA – PT Pelabuhan Indonesia III atau Pelindo III (persero) segera memberlakukan tarif khusus biaya penanganan transhipment (alih muat) peti kemas domestik di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Tarif khusus terhadap penanganan transhipment di Pelabuhan Tanjung Perak tersebut sebagai upaya Pelindo III menurunkan biaya logistik dari sisi biaya kepelabuhanan.

“Sebagai pelabuhan penghubung wilayah Barat dan Timur Indonesia, tarif khusus ini diharapkan mampu menurunkan biaya pengiriman barang dan daya saing logistik di wilayah timur Indonesia,” kata Direktur Utama Pelindo III, Doso Agung dalam keterangannya, Rabu (9/1/ 2019).

Lebih lanjut Doso Agung menyebutkan, besaran tarif khusus masih dalam tahap proses finalisasi. Tim yang dibentuk Pelindo III masih merumuskan berapa besaran yang pas untuk transshipment.

“Besarannya masih dirumuskan oleh tim internal kami, yang pasti akan diumumkan dalam waktu dekat ini dan berlaku untuk penanganan antar terminal di Pelabuhan Tanjung Perak.  Sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh para pengguna jasa,” ungkap Doso Agung di Surabaya.

Doso Agung menambahkan, saat ini Pelabuhan Tanjung Perak menangani 72 jalur pelayaran peti kemas domestik. Itu menunjukkan bahwa Pelabuhan Tanjung Perak memiliki peran yang vital dalam distribusi logistik ke berbagai wilayah di Indonesia.

“Sedikitnya sekitar 75 persen menuju ke wilayah timur Indonesia, artinya biaya penanganan muatan di Pelabuhan Tanjung Perak sedikit banyak akan berpengaruh pada biaya logistik,” tutup Doso Agung.

Sementara itu, pakar maritim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Saut Gurning, mengatakan pemberlakukan tarif khusus tersebut merupakan usaha positif.

“Bagaikan udara segar bagi para pemilik barang serta operator pelayaran di tengah berbagai kesulitan pasar, serta tingginya beban usaha jasa angkutan peti kemas nasional selama ini,” kata Saut Gurning.

Lebih lanjut Saut Gurning mengatakan, usaha ini dapat memberikan optimisme baru bagi pelaku usaha peti kemas untuk tetap eksis mendukung geliat logistik maritim nasional.

“Secara khusus, rencana efisiensi biaya penanganan kontainer tersebut jelas akan memberikan dampak menguatnya preferensi pemilik barang dan pelayaran terhadap sejumlah terminal kontainer di Tanjung Perak, sebagai opsi menarik untuk lokasi alih muat (transhipment) kontainer domestik Indonesia,” pungkas Saut Gurning.

Comments are closed.