Menhub Budi: Akhir Tahun 2019, Pelabuhan Patimban Siap Beroperasi

0
50

(maritimedia.com) – SURABAYA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan Pelabuhan Patimban siap dioperasionalkan akhir tahun 2019 setelah melihat progres pembangunannya masih sesuai dengan target.

“Izin sudah selesai semua. Konstruksi yang dibangun yaitu reklamasi, dermaga, trestle, dan breakwater sesuai target bisa selesai, car terminal dulu di bulan Desember,” ujar Menhub Budi saat melakukan site visit pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, Rabu (9/1/19).

Menhub Budi menegaskan bahwa dibangunnya Pelabuhan Patimban diharapkan pergerakan logistik Indonesia lebih efisien, Indonesia lebih bersaing dan bisa menjadi negara terdepan di dunia dibidang industri.

Lebih lanjut, menurut Menhub Budi Pelabuhan Patimban adalah proyek yang prestisius. Untuk kapasitas Pelabuhan Patimban tahap I adalah 3.5 juta teus, tahap II menjadi 5,5 juta teus dan ketiga tahap ketiga menjadi total 7,5 juta teus.

“Ini bukan proyek kecil, karena sama besarnya dengan Tanjung Priok, yaitu sekitar 7,5 juta teus. Sehingga bisa dibayangkan segitiga emas Patimban, Kertajati dan Cirebon menjadi daerah yang sangat memenuhi untuk masa depan. Saat ini kita mengembangkan kurang lebih 400 hektar,” ucap Menhub Budi dikutip Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub.

Menhub Budi juga menyebutkan untuk menunjang mobilitas dari dan ke Pelabuhan Patimban dalam jangka pendek akan dibangun jalan akses, jalan arteri, dan juga jalan tol yang menghubungkan pelabuhan dengan jalan tol yang ada.

“Artinya pergerakan barang yang selama ini ke Tanjung Priok, bisa dikatakan 50 persen akan ke sini. Ini akan menjadi suatu daerah yang berkembang,” tutup Menhub Budi.

Turut hadir dalam kegiatan ini Chief de Misssion Embassy of Japan Ono Keichi dan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Agus R. Purnomo.

Untuk diketahui Pembangunan Pelabuhan Patimban ini merupakan penanda eratnya kerja sama bilateral antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang yang sudah terjalin selama 60 (enam puluh) tahun, dan mendapatkan pendanaan melalui Official Development Assistance (ODA Loan) Pemerintah Jepang melalui skema Special Term for Economic Partnership atau STEP Loan.

Comments are closed.