Implementasi Manifest Generasi III, Dwelling Time Pelabuhan Dipangkas Setengah Hari

0
49

(maritimedia.com) – SURABAYA – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan mulai mengimplementasikan manifest generasi ke III untuk mempercepat arus barang.

Direktur Jenderal Bea Cukai Kemenkeu Heru Pambudi mengatakan bahwa menifest generasi ke III merupakan versi paling mutakhir yang mengedepankan prinsip otomasi dan simplifikasi sejalan dengan program reformasi Bea dan Cukai.

Adapun beberapa prinsip yang diusung dalam sistem ini di antaranya advance manifest system 24 jam sebelum kedatangan untuk sarana pengangkut laut sehingga customs clearance bisa dilakukan lebih cepat.

Selain itu, melalui sistem ini otoritas juga menambah non-vessel operating common carrier dan penyelenggara pos agar pengajuan manifest dapat lebih cepat oleh masing-masing penerbit dokumen.

“Bea cukai juga menerapkan prinsip manajemen risiko perubahan manifest di mana perubahan dapat dilakukan secara online dan tidak semua perubahan wajib persetujuan kepala kantor, pencantuman NPWP, dan penutupan pos manifest,” kata Heru di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (7/1/2019).

Lebih lanjut Heru mengatakan pengimplementasian Manifest Generasi III telah memberikan dampak positif dan menciptakan berbagai kemudahan di antaranya penurunan dwelling time khususnya pre-clearance.

“Proses pre clearance merupakan tahapan penyumbang waktu tunggu paling lama terhadap keseluruhan masa bongkar muat barang hingga keluar dari pelabuhan atau dwell time,” ucap Heru.

Heru juga mengatakan, proses yang menjadi penyebab tingginya dwell time tersebut saat ini sudah berhasil ditekan hingga ke angka 0,6 hari. Angka pre clearance tersebut berasal dari rata-rata lima pelabuhan terbesar di Indonesia yakni Tanjung Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak, Belawan dan Makassar.

“Capaian tersebut lebih tinggi dari target tahun ini yang sebesar 0,8 hari. Dwell time saat ini 0,6 hari untuk custom clearance sepanjang tahun,” jelas Heru.

Heru berharap waktu pre clearance bisa terus ditekan seiring dengan implementasi sistem manifest generasi III yang baru saja diluncurkan.

Dilakukannya proses automasi penuh pada proses pre clearance membuat waktu tunggu pemilik barang sebelum menyerahkan dokumen ke bea cukai bisa ditekan.

“Menunggunya kan karena izin belum keluar untuk masuk proses custom clearance. Lalu menunggu kapal datang baru proses. Sekarang kapal belum datang, izinnya sudah bisa proses,” tutup Heru.

Sebagai informasi, pre clearance mencakup rangkaian kegiatan penyiapan dokumen peti kemas di pelabuhan. Tahapan pre-clearance dalam penanganan peti kemas menjadi fokus karena menjadi penyumbang terbesar tingginya dwell time di pelabuhan.

Adapun Manifest Generasi III yang telah diimplementasikan secara penuh di seluruh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai merupakan komitmen Pemerintah dalam pelaksanaan reformasi dan menjawab tuntutan zaman.

Comments are closed.