Waspadai Cuaca Buruk, Dirjen Hubla Minta Pelayaran Utamakan Keselamatan

0
53

(maritimedia.com) – SURABAYA – Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo mengingatkan agar semua pihak baik operator dan masyarakat pengguna jasa transportasi laut untuk mewaspadai terjadinya cuaca buruk dengan tetap harus mengutamakan keselamatan pelayaran.

“Cuaca buruk yang mengakibatkan gelombang tinggi masih terjadi di sejumlah perairan Indonesia. Ini harus diwaspadai oleh operator dan masyarakat. Selalu mengutamakan keselamatan pelayaran dan ikuti petunjuk petugas di pelabuhan,” ujar Dirjen Agus.

Dirjen Agus juga menginstruksikan kepada para petugas di pelabuhan agar selalu memberikan informasi kepada calon penumpang kapal terkait kondisi cuaca dan jadwal keberangkatan kapal serta berikan pengertian kepada calon penumpang tersebut terkait keselamatan pelayaran jika ada penundaan keberangkatan kapal.

“Semakin hari semakin membaik tingkat pengertian masyarakat akan pentingnya keselamatan pelayaran yang menjadi tanggung jawab bersama. Hal ini harus terus diedukasi agar masyarakat semakin sadar bahwa Pemerintah sangat peduli dengan keselamatan pelayaran yang harus didukung oleh Operator kapal dan tentunya masyarakat,” pungkas Dirjen Agus dikutip Humas Laut Kemenhub.

Untuk diketahui, Badan Meteorogi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis informasi terkait peringatan dini gelombang tinggi yang akan terjadi di Perairan Selatan Kalimantan, Laut Jawa dan Perairan Utara Jawa Tengah.

Sebelumnya akibat cuaca buruk ratusan penumpang tertahan di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Madura, Jawa Timur karena pelayaran ditutup dan akhirnya pada (4/1) sudah kembali berlayar ke Pulau Kangean dengan menggunakan kapal Dharma Bahari Sumekar I (DBS).

Sedangkan untuk para penumpang tujuan Masalembu masih berada di Pelabuhan Kalianget menunggu kedatangan kapal KM. Sabuk Nusantara 115 dari Surabaya.

Begitu juga di Pelabuhan Gresik. Penyeberangan antar pulau kembali dibuka per (4/1) dan telah memberangkatkan 2 kapal cepat untuk mengangkut calon penumpang yang sempat menumpuk di Pelabuhan Gresik, Jawa Timur setelah lima hari ditutup pasca cuaca buruk dan gelombang tinggi.

Adapun kedua kapal tersebut adalah Kapal Bahari Express yang mengangkut 336 penumpang dan kapal Natuna Express yang mengangkut 250 penumpang.

Comments are closed.