Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Resmi Terapkan Sistem Boarding Pas Layaknya Bandara

0
81

(maritimedia.com) – SURABAYA – Penerapan Sistem Pelayanan Barang dan Penumpang Angkutan Laut berbasis boarding pas layaknya Bandara resmi diberlakukan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang mulai hari ini Sabtu (24/11).

Hal ini sebagai bentuk komitmen Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran juga termasuk peningkatan level of service (tingkat pelayanan) sebagaimana standar pelayanan yang telah dilakukan di Bandara.

Dengan penerapan sistem boarding pas, maka Pelabuhan Tanjung Emas merupakan pelabuhan yang steril dimana setiap orang yang masuk area pelabuhan harus memiliki ID Card dan para calon penumpang harus memiliki boarding pass agar dapat naik ke kapal.

“Jadi, semua orang yang masuk ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang harus memiliki ID Card dan bagi calon penumpang akan mendapatkan boarding pass untuk bisa naik ke kapal. Hal ini seperti standar pelayanan yang telah dilakukan di Bandara,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo pada saat acara peresmian penerapan Sistem Pelayanan Barang dan Penumpang Angkutan Laut berbasis boarding pas di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang hari ini (24/11).

Lebih lanjut Dirjen Agus mengatakan Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 134 Tahun 2016 tentang Manajemen Keamanan Kapal dan Fasilitas Pelabuhan sebagai acuan kerja bagi semua pemangku kepentingan (stake holders).

“Dengan begitu, semestinya pelabuhan harus terbebas dari orang-orang yang tidak berkepentingan, dan hanya mereka yang memiliki ID card, tiket dan kegiatan saja yang diberikan akses masuk di wilayah yang ditentukan,” ujar Dirjen Agus.

Sterilisasi pelabuhan di Indonesia menurut Dirjen Agus sudah seharusnya dilakukan mengingat perlunya peningkatan keamanan untuk kenyamanan para calon penumpang kapal di pelabuhan.

“Sterilisasi pelabuhan sudah seharusnya dilakukan untuk meningkatkan keamanan yang tentunya kenyamanan penumpang kapal juga semakin baik. Ini menjadi concern kami bagaimana pelayanan dan kenyamanan di pelabuhan bisa sebaik pelayanan dan kenyamanan di Bandara atau stasiun kereta,” ujar Dirjen Agus.

Untuk Pelabuhan Tanjung Emas, saat ini pemesanan tiket menggunakan sistem E-Ticketing, sehingga hanya orang-orang yang memiliki tiket dan ID card resmi yang bisa keluar masuk.

Selain Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, pelayanan yang sama akan segera diterapkan di 6 (enam) pelabuhan lainnya yang masuk dalam program pilot project pelabuhan dengan peningkatan keselamatan dan pelayanan yaitu Pelabuhan Kali Adem Jakarta, Sri Bintan Pura Tanjung Pinang,  Murhum Bau-Bau, Tarakan, Tanjung Perak Surabaya dan Tulehu Ambon.

Hadir dalam peresmian penerapan sistem pelayanan barang dan penumpang angkutan laut berbasis boarding pass di Pelabuhan Tanjung Emas adalah Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Arif Toha, para Direktur di lingkungan Direktorat jenderal Perhubungan Laut, para Kepala Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Hubla di wilayah DKI dan Jawa tengah, para kepala Operator di pelabuhan dan kapal, para ketua Asosiasi dan juga para Kepala Terminal Khusus di wilayah  Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Adapun beberapa waktu yang lalu, telah dilaksanakan juga Penandatanganan Komitmen Bersama Penerapan Sistem Pelayanan Barang dan Penumpang Angkutan Laut Berbasis Boarding Pass di Pelabuhan Tanjung Emas oleh 25 stakeholder baik dari instansi Pemerintah, TNI/Polri, swasta maupun asosiasi yang saat itu disaksikan langsung oleh Dirjen Perhubungan Laut.

Comments are closed.