Menteri Perhubungan Kunjungi Both MiniCont Pelindo III, Karya PT Pelindo Marine Service (PMS) dalam Pameran IMF-World Bank Group 2018 di Bali

0
75
Presdir PT Pelindo Marine Service (PMS), Eko Hariyadi Budiyanto menjelaskan Both MiniCont Pelindo III kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam pameran Nusantara di Paviliun Indonesia pada ajang Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 di Nusa Dua Bali, 8-14 Oktober 2018

(maritimedia.com) – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengunjungi both PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III yang memperkenalkan MiniCont dalam pameran Nusantara di Paviliun Indonesia pada ajang Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 di Nusa Dua Bali, 8-14 Oktober 2018.

MiniCont adalah inovasi dari Pelindo III sebagai perusahaan BUMN untuk menjawab permasalahan logistic dengan menyediakan solusi yang cepat dan praktis dengan melakukan penyederhanaan alat angkut yang dapat memotong jalur distribusi serta dapat menjangkau ke seluruh penjuru nusantara.

MiniCont merupakan singkatan dari Mini Container, dimana MiniCont ini menawarkan kekuatan dan keamanan yang sama dengan container yang ada namun dengan ukuran yang lebih kompak.

Minicont dinilai praktis karena berukuran sepertiga lebih kecil. Sehingga tiga MiniCont dapat dimuat sekaligus ke dalam satu peti kemas ukuran 20 TEUs.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengunjungi both Pelindo III yang memamerkan MiniCont dalam pameran Nusantara di Paviliun Indonesia pada ajang Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 di Nusa Dua Bali, 8-14 Oktober 2018

Pembuatan MiniCont merupakan bentuk kerjasama sinergi antar BUMN, yang dilakukan melalui kerjasama penyusunan design dan pembuatan prototype MiniCont antara PT Pelindo Marine Service (PMS) selaku anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) dengan PT Semen Indonesia Logistik (SILOG) yang merupakan salah satu anak perusahaan dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

Melalui divisi Bidang Usaha Barang Industri & Fabrikasi yang telah berpengalaman selama 44 tahun di bidang fabrikasi. Adapun untuk pembuatan Minicont tersebut 100% menggunakan komponen lokal (dalam negeri).

Adapun untuk pengangkutan MiniCont dapat menggunakan truk CDD (Colt Diesel Double) yang saat ini ready di pasaran dengan 6 ban dan chasis yang kokoh untuk mengangkut beban berat hingga 7.500 kg, dengan melakukan sedikit modifikasi flat deck sehingga dapat digunakan untuk menampung 2 unit MiniCont untuk setiap unit truk CDD.

Prototype proyek MiniCont dan flat deck saat ini sudah siap untuk dipamerkan dan direncanakan tahun depan akan diproduksi secara masal hingga mencapai sekitar 1.000 unit MiniCont.

Presdir PT PMS, Eko Hariyadi Budiyanto dan Dirut PT SILOG memperkenalkan MiniCont hasil karya PT Pelindo Marine Service (PMS) dalam pameran Nusantara di Paviliun Indonesia pada ajang Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 di Nusa Dua Bali, 8-14 Oktober 2018

Adapun fitur yang dimiliki MiniCont adalah sebagai berikut:

  • Konstruksi material dari baja ringan dan aluminium sehingga tahan lama;
  • Tahan api, air, angin, dan hewan pengerat;
  • Lapisan cat tahan karat;
  • Dilengkapi dengan forklift hole;
  • Dapat ditempatkan diatas colt diesel;
  • Dapat dilipat saat kondisi kosong.

 

Both Pelindo III pameran Nusantara di Paviliun Indonesia pada ajang Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 di Nusa Dua Bali, 8-14 Oktober 2018

Keuntungan yang diterima pengguna jasa apabila menggunakan MiniCont?

  1. Efisiensi biaya:
  • Menghilangkan fungsi gudang lokal dan depo sebagai tempat transit barang dari container ke box truck;
  • Logistic planning ke toko-toko dilakukan di distribution center, bukan lagi di gudang lokal;
  • Seluruh biaya operasi gudang lokal termasuk man power dan biaya inventory akan hilang.
  • Penghematan biaya reposisi Rp 2-3 juta/ 20’ container. 9 unit MiniCont dapat dilipat dan dimasukkan dalam 1 unit 20’ container dalam proses reposisi.
  1. Percepatan proses distribusi:
  • Dengan tidak adanya gudang lokal, maka proses handling in/out dan sortir barang di gudang lokal akan hilang, sehingga mempercepat waktu pengiriman (lead time) 4-6 hari.
  • Mempercepat distribusi barang untuk masuk kedaerah yang sulit dijangkau oleh truck container pada umumnya.

Comments are closed.