Pelindo III Pamerkan MiniCont Hasil Karya PT Pelindo Marine Service (PMS) dalam Pameran Nusantara di Paviliun Indonesia

0
158
Presdir PT PMS, Eko Hariyadi Budiyanto dan Dirut PT SILOG memperkenalkan MiniCont hasil karya PT Pelindo Marine Service (PMS) dalam pameran Nusantara di Paviliun Indonesia pada ajang Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 di Nusa Dua Bali, 8-14 Oktober 2018

(maritimedia.com) – SURABAYA – PT Pelindo Marine Service (PMS) anak usaha PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III memperkenalkan MiniCont dalam pameran Nusantara di Paviliun Indonesia pada ajang Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 di Nusa Dua Bali, 8-14 Oktober 2018.

Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau yang tersebar menjadi latar belakang Pelindo III menghadirkan MiniCont sebagai solusi atas permasalahan real di lapangan pada industri layanan logistik di Tanah Air.

Pelindo III sebagai perusahaan BUMN menjawab permasalahan logistic tersebut dengan menyediakan solusi yang cepat dan praktis dengan melakukan penyederhanaan alat angkut yang dapat memotong jalur distribusi serta dapat menjangkau ke seluruh penjuru nusantara.

Guna mewujudkan ide tersebut Pelindo III menunjuk salah satu anak usahanya yaitu PT Pelindo Marine Service (PMS) untuk melakukan inovasi dengan menciptakan MiniCont.

MiniCont merupakan singkatan dari Mini Container, dimana MiniCont ini menawarkan kekuatan dan keamanan yang sama dengan container yang ada namun dengan ukuran yang lebih kompak.

Minicont dinilai praktis karena berukuran sepertiga lebih kecil. Sehingga tiga MiniCont dapat dimuat sekaligus ke dalam satu peti kemas ukuran 20 TEUs.

(Presdir PT PMS, Eko Hariyadi Budiyanto bersama jajaran Direksi Pelindo III dan Dirut PT SILOG). Stand Pelindo III menampilkan MiniCont dalam pameran Nusantara di Paviliun Indonesia pada ajang Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 di Nusa Dua Bali, 8-14 Oktober 2018

Dalam existing supply chain, barang – barang yang melalui transportasi laut, di pelabuhan tujuan masih harus transit terlebih dahulu di local warehouse guna melakukan proses stripping dan/atau stuffing.

Barang-barang tersebut akan dibongkar terlebih dahulu untuk kemudian dipindahkan ke truk box ukuran lebih kecil agar dapat menjangkau daerah – daerah pelosok. Disini dibutuhkan waktu, aktifitas, dan biaya tambahan.

Sedangkan MiniCont dibangun untuk mempercepat atau memperpendek supply chain. Proses stripping / stuffing dapat dilakukan di distribution centers di pelabuhan asal sehingga dapat mempercepat waktu pengiriman barang karena barang dari pelabuhan utama dapat langsung dinaikkan kendaraan colt diesel dan siap didistribusikan ke seluruh pelosok nusantara.

Karena itulah MiniCont diperlukan dalam system Logistik Nasional. Dengan menggunakan MiniCont maka tidak ada lagi waktu, energy, dan biaya terbuang dalam aktifitas logistik.

Presdir PT PMS, Eko Hariyadi Budiyanto bersama Staf Ahli Kemenkeu, Sahala Lumban Gaol dan Dirut PT SILOG di Paviliun Indonesia pada ajang Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group 2018 di Nusa Dua Bali, 8-14 Oktober 2018

Sinergi BUMN Pengembangan MiniCont

Guna mewujudkan ide tersebut dilakukan kerjasama sinergi antar BUMN, yang dilakukan melalui kerjasama penyusunan design dan pembuatan prototype MiniCont antara PT Pelindo Marine Service (PMS) selaku anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) dengan PT Semen Indonesia Logistik (SILOG) yang merupakan salah satu anak perusahaan dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

Melalui divisi Bidang Usaha Barang Industri & Fabrikasi yang telah berpengalaman selama 44 tahun di bidang fabrikasi. Adapun untuk pembuatan Minicont tersebut 100% menggunakan komponen lokal (dalam negeri).

Adapun untuk pengangkutan MiniCont dapat menggunakan truk CDD (Colt Diesel Double) yang saat ini ready di pasaran dengan 6 ban dan chasis yang kokoh untuk mengangkut beban berat hingga 7.500 kg, dengan melakukan sedikit modifikasi flat deck sehingga dapat digunakan untuk menampung 2 unit MiniCont untuk setiap unit truk CDD.

Prototype proyek MiniCont dan flat deck saat ini sudah siap untuk dipamerkan dan direncanakan tahun depan akan diproduksi secara masal hingga mencapai sekitar 1.000 unit MiniCont.

Adapun fitur yang dimiliki MiniCont adalah sebagai berikut:

  • Konstruksi material dari baja ringan dan aluminium sehingga tahan lama;
  • Tahan api, air, angin, dan hewan pengerat;
  • Lapisan cat tahan karat;
  • Dilengkapi dengan forklift hole;
  • Dapat ditempatkan diatas colt diesel;
  • Dapat dilipat saat kondisi kosong.

 

Keuntungan yang diterima pengguna jasa apabila menggunakan MiniCont?

  1. Efisiensi biaya:
  • Menghilangkan fungsi gudang lokal dan depo sebagai tempat transit barang dari container ke box truck;
  • Logistic planning ke toko-toko dilakukan di distribution center, bukan lagi di gudang lokal;
  • Seluruh biaya operasi gudang lokal termasuk man power dan biaya inventory akan hilang.
  • Penghematan biaya reposisi Rp 2-3 juta/ 20’ container. 9 unit MiniCont dapat dilipat dan dimasukkan dalam 1 unit 20’ container dalam proses reposisi.
  1. Percepatan proses distribusi:
  • Dengan tidak adanya gudang lokal, maka proses handling in/out dan sortir barang di gudang lokal akan hilang, sehingga mempercepat waktu pengiriman (lead time) 4-6 hari.
  • Mempercepat distribusi barang untuk masuk kedaerah yang sulit dijangkau oleh truck container pada umumnya.

Comments are closed.