Keselamatan Pelayaran: Kemenhub Perketat Pengawasan Dan Penanganan Barang Berbahaya Di Pelabuhan

0
217

(maritimedia.com) – SURABAYA – Kementerian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut melalui Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) memperketat pengawasan dan penanganan barang berbahaya di Pelabuhan untuk memastikan keselamatan pelayaran.

“Syahbandar atau petugas KPLP harus melakukan pengawasan dan penanganan barang berbahaya termasuk proses bongkar muat dari dan ke kapal agar keselamatan dan keamanan pelayaran dapat terwujud,” kata Kasubdit Tertib Berlayar, Capt. Purgana, dikutib web Kemenhub.

Capt. Purgana menjelaskan, para Syahbandar harus meningkatkan kompetensi dan pemahaman terhadap penanganan barang berbahaya sebagaimana tercantum dalam International Maritime Dangerous Good Code (IMDG Code).

Selain itu, para Syahbandar juga wajib memberikan sosialisasi terhadap perusahaan bongkar muat tentang Barang Berbahaya secara berkala. Penanganan barang-barang yang termasuk barang berbahaya sesuai IMDG Code antara lain packaging, marking, labelling dan stowage.

Capt. Purgana juga menjelaskan, sebelum kapal dinyatakan laik laut dilakukan identifikasi barang bersamaan dengan embarkasi penumpang untuk kapal Roro.

“Identifikasi barang berbahaya yang akan dimuat terutama muatan di atas mobil truk yang proses stuffingnya tidak diawasi oleh pihak syahbandar yang mengeluarkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB),” ujar Capt. Purgana.

Capt. Purgana menambahkan, pemahaman terkait aturan kegiatan penanganan barang berbahaya ini harus dimengerti dan dipahami, bukan hanya oleh petugas KPLP, namun juga seluruh stakeholder/pengguna jasa guna mewujudkan keselamatan pelayaran yang merupakan salah satu parameter dari terwujudnya cita-cita Indonesia untuk menjadi Poros Maritim Dunia.

“Para petugas yang profesional harus paham akan sifat atau karakteristik setiap produk/muatan yang termasuk kategori dangerous seperti bahan peledak, gas, racun, radio aktif dan lain lain, karena kesalahan dalam penanganan muatan berbahaya akan berakibat fatal bagi personil kapal dan lingkungan,” tutup Capt. Purgana.

Comments are closed.