Kinerja Pelindo III Tetap Meningkat Meskipun Rupiah Melemah

0
117

(maritimedia.com) – SURABAYA – Kinerja operasional bongkar muat barang PT Pelindo III (Persero) tetap mencatatkan peningkatan meskipun rupiah mengalami pelemahan.

CEO Pelindo III Ari Askhara menyebutkan per Agustus 2018 pertumbuhan tinggi terjadi pada kinerja operasional bongkar muat barang hingga 28 persen di bandingkan tahun lalu.

“Bongkar muat general cargo tercatat peningkatan hingga mencapai 28 persen di mana per Agustus tahun ini sudah mencapai 2 juta meter kubik, sementara tahun lalu di angka 1,5 juta meter kubik. Dari sisi tonase meningkat dari 29 juta ton ke 32 juta ton,” kata Ari Askhara dalam situs web Pelindo III.

Ari menjelaskan arus peti kemas meningkat 7 persen dari tahun 2017 dengan jumlah 3,4 juta TEUs karena adanya peningkatan arus peti kemas domestik di Terminal Berlian dan Terminal Teluk Lamong.

Dengan meningkatnya kinerja operasional tersebut maka meningkatkan juga kinerja keuangan perusahaan. Pendapatan dari layanan peti kemas meningkat sebesar 14 persen sedangkan pada layanan general cargo meningkat hingga 27 persen dibanding tahun sebelumnya (per Agustus 2017).

Adapun kinerja keuangan yang meningkat juga dipengaruhi oleh kinerja anak usaha yang semakin membaik, serta upaya diversifikasi usaha dan inovasi yang terus dikembangkan oleh Pelindo III mulai berjalan dengan baik.

Kontribusi anak perusahaan mencapai hingga 50% dari capaian laba korporasi. Hal ini menurut Ari Askhara menunjukkan keberhasilan Pelindo III dalam melakukan transformasi di bidang SDM, operasional, dan diversifikasi usaha melalui sinergi internal maupun sesama BUMN serta dengan pihak swasta di sektor pelabuhan yang semakin solid.

“Dengan pencapaian kinerja tersebut dan upaya efisiensi di segala lini yang kami lakukan, walaupun kondisi tekanan nilai tukar rupiah yang mengalami penurunan terhadap dolar Amerika Serikat serta harga minyak dunia yang tinggi, hingga per Agustus ini Pelindo III masih berhasil membukukan laba bersih setelah pajak (net profit after tax) sebesar Rp 1,97 triliun,” pungkas Ari Askhara.

Angka tersebut meningkat 39% dari jangka waktu yang sama tahun lalu (year on year) yang sebesar Rp 1,41 triliun.

Pelindo III terus berkarya sebagai wujud BUMN hadir untuk Negeri dengan mengembangkan fasilitas dan layanan yang berkaitan dengan kepariwisataan seperti pengembangan Pelabuhan Gilimas di Lombok, Badas di Sumbawa Besar, Waingapu, Banyuwangi, dan tentunya Benoa, Bali.

Comments are closed.