Resmikan Keramba Jaring Apung Lepas Pantai di Pangandaran, Presiden Jokowi Tebar Benih Ikan Kakap Putih

0
230

(maritimedia.com) – Surabaya – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Keramba Jaring Apung (KJA) lepas pantai atau offshore di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Cikidang‎, Babakan, Pangandaran, Selasa (24/4/2018).

Didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Presiden Jokowi menebar benih ikan kakap putih ke keramba jaring apung yang berada sekitar delapan mil dari bibir pantai Pangandaran.

Hadir juga Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam peresmian KJA offshore tersebut.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan KJA offshore merupakan lompatan teknologi dan masa depan perikanan Indonesia. “Kita harapkan jadi sebuah lompatan kemajuan, terobosan pertama di Indonesia. Cikal bakal berlipatgandanya nilai tambah budi daya perikanan Indonesia,” kata Presiden Jokowi.

KJA offshore merupakan program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan mengadopsi teknologi lepas pantai dari Norwegia yang diperkirakan bakal mampu menggenjot produksi komoditas ikan kakap putih secara signifikan.

KJA offshore dengan tiap unit terdiri dari 8 lubang akan diisi benih kakap putih (barramudi). Kakap putih dipilih karena termasuk ikan yang mudah dibudidayakan. Selain itu, kakap putih dinilai bisa diolah menjadi berbagai produk dengan pasar yang lebih luas dibandingkan jenis ikan budidaya lainnya, misalnya kerapu.

Berbeda dari KJA konvensional, KJA offshore memiliki kedalaman jaring sampai 15 meter dan dapat ditebar lebih banyak benih, yaitu sekitar 1,2 juta per tahun untuk 8 lubang. Dengan demikian, produksi juga akan lebih tinggi, yaitu mencapai 816 ton per tahun per unit (8 lubang). Sedangkan KJA konvensional hanya dapat memproduksi 5,4 ton per tahun per unit (8 lubang).

Teknologi KJA offshore fokus dikembangkan di tiga kawasan strategis, yakni perairan Kepulauan Karimunjawa (Jawa Tengah), Pangandaran (Jawa Barat), dan Pulau Sabang (Aceh).

Adapun keunggulan KJA offshore, yaitu tahan terhadap gelombang dan memiliki ketahanan lebih dari 10 tahun.

Sehingga cukup efektif digunakan dalam budi daya ikan karena mudah dalam pemasangan maupun pelepasan jaring, dan memiliki beragam konfigurasi dalam pengoperasiannya.

Peresmian KJA offshore ini merupakan rangkaian kunjungan kerja Prediden selama 2 hari di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Comments are closed.