Pemanduan Selat Malaka Akan Dilimpahkan Ke Pelindo I

0
491

(maritimedia.com) – JAKARTA – Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Tonny Budiono mengatakan pemerintah tidak memiliki kemampuan untuk melakukan pemanduan kapal-kapal asing dan domestik di Selat Malaka.

Karena itulah, Kementerian Perhubungan akan memberikan pelimpahan pemanduan kapal-kapal asing dan domestik di Selat Malaka kepada PT Pelabuhan Indonesia I (Pelindo I).

“Pemerintah tidak punya kapal pandu, segala macam, otomatis akan dilimpahkan,” kata Tonny, di Jakarta.

Tonny menjelaskan berdasarkan Undang-Undang No. 17 tahun 2008 tentang Pelayaran, Pasal 198 ayat (3) tertulis: penyelenggaraan pemanduan dilakukan oleh Otoritas Pelabuhan atau Unit Penyelenggara Pelabuhan dan dapat dilimpahkan kepada Badan Usaha Pelabuhan yang memenuhi persyaratan.

Lebih lanjut, Tonny menjelaskan alasan pelimpahan ke PT Pelindo I dikarenakan Pelindo 1 sudah berjasa terhadap kesuksesan pertemuan tiga negara pantai, yakni Malaysia, Singapura, dan Indonesia.

“Yang inisiasi, menyewa konsultan, akhirnya kita gol dengan pembahasan tiga negara. Kan tidak etis kalau diberikan ke yang lain. Terus daerahnya Pelindo 1. Kita harus fair lah,” ujar Tonny.

Tonny menambahkan, terkait dengan pemanduan tersebut, Pelindo 1 sudah melakukan pengajuan dan sedang dalam proses verifikasi di Kementerian Perhubungan.

“Proses verifikasi pengajuan pelimpahan tidak akan membutuhkan waktu lama, akan selesai dalam waktu beberapa minggu”, ujar Tonny.

Kementerian akan meneliti mengenai kemampuan perusahaan seperti ada atau tidaknya alat pandu atau stasiunnya. Setelah itu, baru memberikan pelimpahan berupa surat Direktur Jenderal Perhubungan Laut, tambah Tonny.

Pelimpahan pemanduan di Selat Malaka dari Kemenhub ke Pelindo 1, menjadi penting karena akan membuat posisi Pelindo I kuat secara legal mengingat pemanduan adalah kewajiban pemerintah.

Selat Malaka merupakan perairan internasional. Karena itu, tidak boleh terdapat hambatan ketika kapal-kapal akan melaluinya. Saat ini, jumlah kapal yang melewati Selat Malaka bisa mencapai 200 kapal dalam sehari. Dari total itu, sebesar 20% adalah kapal very large crude carrier (VLCC).

Comments are closed.