Kapal-Kapal Raksasa Mulai Berdatangan Ke Terminal Teluk Lamong

0
515

(maritimedia.com) – SURABAYA – Inovasi PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III) dengan membuat Terminal Teluk Lamong yang bertaraf internasional membuat Surabaya menjadi gerbang perdagangan dan bisnis di Jawa Timur bahkan Indonesia.

Kapal – kapal berukuran besar berjenis Panamax berkapasitas 4000-8000 DWT dapat melakukan pelayanan bongkar muat di Terminal Teluk Lamong.

Setelah MV Tommy Ritscher, kapal raksasa yang sandar di Terminal Teluk Lamong pada akhir Juli lalu kini giliran MV Patraikos kapal berjenis Panamax berbendera Liberia. Kapal asal Monrovia – Afrika Barat memiliki panjang 262.07 meter dan luas 32.30 meter berkapasitas 4.400 Teu’s melakukan aktivitas  bongkar muat di terminal ramah lingkungan tersebut.

“Sandarnya MV Patriakos merupakan sebuah pembuktian bagi Pelindo III bahwa Terminal Teluk Lamong sebagai pelabuhan baru mampu mempercepat proses bongkar muat dan memperlancar pengiriman logistik di Indonesia”, ucap Wara Djatmika, Manajer Pemasaran Terminal Teluk Lamong.

Kedalaman dermaga Terminal Teluk Lamong mencapai – 16 MLWS sehingga mampu menampung MV Patriakos yang membutuhkan kedalaman 12,50 MLWS. Selain itu, dermaga Terminal Teluk Lamong dilengkapi dengan 5 STS (Ship to Shore Crane) untuk pelayanan petikemas domestik dan internasional. STS internasional berkemampuan twin lift sehingga mampu mengangkat petikemas 2 x 20 feet secara bersamaan.

Dermaga Terminal Teluk Lamong juga dilengkapi dengan GSU (Grab Ship Unloader) untuk kegiatan curah kering (food and feed grain) dan fasilitas conveyor dan silo penyimpanan yang saat ini sedang dalam proses penyelesaian.

Sedangkan lapangan penumpukan Terminal Teluk Lamong semi-automatic CY karena menggunakan Automated Stacking Crane (ASC) yang mempunyai kecepatan 270m/menit tanpa bantuan manusia.

Dengan pelayanan 24 jam – 7 hari yang diberikan demi kepuasan pelayanan kepada pengguna jasa, diharapkan pertumbuhan bisnis di Terminal Teluk Lamong semakin meningkat.

Dengan adanya Terminal Teluk Lamong diharapkan kapal-kapal besar tidak perlu sandar di Singapura karena kini Indonesia memiliki terminal bertaraf internasional yang mampu melayani dengan cepat, tepat dan aman.

Adapun, kapal MV Patraikos yang digunakan oleh Korea Marine Transport saat ini memiliki rute perjalanan Surabaya-Hong Kong-Shanghai-Kwangyang-Ulsan-Pusan-Pusan New Port (Korea).

Comments are closed.