Buruh Bongkar Muat Mogok Kerja, Pelayanan Di Tanjung Perak Tetap Normal

0
196

(maritimedia.com) – SURABAYA – Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Maritim Indonesia (FSPMI) Pelabuhan Tanjung Perak mogok masal, mulai Senin (24/10) hingga Selasa (25/10).

Aksi mogok masal ini sebagai bentuk penolakan kesepakatan antara Koperasi TKBM dengan PT Pelindo III yang menerapkan sistem absensi bagi TKBM. Pekerja bongkar muat merasa dirugikan dengan adanya sistem honorarium yang ditetapkan berdasarkan kehadiran yang diterapkan oleh Perusahaan Bongkar Muat (PBM) milik PT Pelindo III.

Buntuk mogok masal TKBM sempat mengganggu aktivitas bongkar muat di beberapa terminal di Pelabuhan Tanjung Perak.  PT Pelindo III selaku Badan Usaha Pelabuhan (BUP) di Pelabuhan Tanjung Perak telah melakukan berbagai antisipasi agar pelayanan tetap berjalan. Diantaranya, mengoptimalkan tenaga kerja yang tersedia untuk membantu pelayanan kapal dan barang di Pelabuhan Tanjung Perak.

Pelindo III telah berkoordinasi dengan semua unsur pengamanan seperti pihak Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk ikut mengawal proses mogok kerja agar situasi di Pelabuhan Tanjung Perak tetap aman dan kondusif. ’’Jadi para pengguna jasa di Pelabuhan Tanjung Perak tidak perlu khawatir,’’ ujar General Manajer Pelindo III Pelabuhan Tanjung Perak, Joko Noerhudha.

Di dalam surat Pimpinan Unit Kerja SPMI-Koperasi TKBM Pelabuhan Tanjung Perak No /PUK/SPMI-Kop. TKBM/X/2016 tanggal 21 Oktober 2016 perihal Pemberitahuan bahwa TKBM menolak pelaksanaan Berita Acara antara Koperasi TKBM dengan PT Pelindo III Pelabuhan Tanjung Perak Nomor: BA.182/PJ.04/TPR-2016 tanggal 18 Oktober 2016 dan akan melaksanakan aksi mogok pada (24-25/10) shift 1.

Comments are closed.