Presiden Jokowi: Diperlukan Kerjasama Global Dalam Pemberantasan Pencurian Ikan

0
426

(maritimedia.com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara tegas menyatakan pencurian ikan di lautan suatu negara merupakan kejahatan trans-nasional yang memiliki dampak luar biasa besar, tidak hanya pada industri perikanan, namun juga mencakup permasalahan lingkungan.

Hal itu dikatakan Presiden Jokowi saat membuka Simposium Kejahatan Perikanan Internasional kedua di Yogyakarta yang dihadiri perwakilan dari 46 negara. Dimana dampak tersebut

“Laut adalah sumber pendapatan bagi 520 juta penduduk dunia dan sumber pangan bagi 2,6 miliar orang. Praktik illegal fishing telah mengurangi stok ikan dunia sebesar 90,1 persen,” kata Presiden Jokowi berdasarkan keterangan Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Istana Kepresidenan.

Menurut Presiden Jokowi, dalam prakteknya kegiatan pencurian ikan juga dapat terkait dengan kejahatan lain seperti penyelundupan barang dan manusia, peredaran narkoba, dan pelanggaran terhadap peraturan perlindungan alam.

Presiden Jokowi menyebut bahwa kejatan tersebut kini telah berkembang menjadi kejahatan trans-nasional yang serius dan terorganisir. “Karena itu sangatlah penting bagi kita untuk memerangi kejahatan trans-nasional yang terorganisasi tersebut dengan kolaborasi global,” ucap Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi juga menyebutkan pemerintah Indonesia dengan sangat serius mengupayakan pemberantasan pencurian ikan di laut Indonesia, dengan bertindak tegas melakukan penangkapan kapal-kapal asing di perairan Indonesia.

“Illegal fishing telah mengakibatkan kerugian ekonomi Indonesia sebesar 20 miliar dolar Amerika per tahun. Termasuk mengancam 65 persen terumbu karang kita,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi berkomitmen untuk terus melakukan pemberantasan pencurian ikan di laut Indonesia dengan belajar dari keberhasilan negara-negara lain dalam upaya penanganan pencurian ikan di perairannya masing-masing.

Simposium Kejahatan Perikanan Internasional ini diselenggarakan selama dua hari, 10-11 Oktober 2016, di Yogyakarta. Simposium ini membicarakan berbagai masalah seperti pencurian ikan, perdagangan manusia, kejahatan narkoba, dan sebagainya.

Sebanyak 46 perwakilan negara turut hadir dalam simposium tersebut yang di antaranya ialah Australia, Austria, China, India, Ghana, Nigeria, Afrika Selatan, dan Vietnam.

Comments are closed.