Serap Tangkapan Nelayan, Perum Perindo Tambah Armada Perikanan Di Merauke

0
493

(maritimedia.com) – JAKARTA – Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) memberangkatkan satu kapal pengangkut ikan berukuran 132 gros ton (GT) ke Merauke, Papua, untuk menyerap hasil tangkapan nelayan di wilayah itu.

Kapal bernama Kapal Motor (KM) Setia Utama itu diberangkatkan dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pekalongan, menuju daerah penangkapan (fishing ground) di Merauke, Jumat (16/9).

Penambahan armada kapal perikanan tersebut sebagai upaya dalam rangka melaksanakan penugasan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti agar perusahaan perikanan BUMN mampu menyerap lebih banyak hasil tangkapan nelayan.

Sekretaris Perusahaan Perum Perindo Agung Pamujo mengatakan Merauke selama ini menjadi daerah operasi kapal asing karena potensi perikanan tangkapnya yang melimpah kini menjadi fokus daerah penangkapan Perum Perindo.

Nelayan di Merauke sebelumnya merupakan plasma dari kapal-kapal asing dan eks asing yang telah dilarang beroperasi sejak pemberlakuan kebijakan moratorium kapal penangkap eks asing.

“Nelayan saat ini kesulitan memasarkan hasil tangkapan sehingga perlu peran perusahaan perikanan BUMN untuk menyerap hasil tangkapan,” ucap Agung.

Perusahaan perikanan pelat merah itu sebelumnya telah mengoperasikan dua unit kapal, yakni KM Fajar Makmur dan KM Samudera Dua, di perairan Merauke dan Wanam mulai Agustus 2015.

KM Setia Utama akan disusul oleh kapal angkut berikutnya, yakni KM Perindo Jaya dengan ukuran 195 GT, juga dari PPN Pekalongan. Berikutnya, KM Mina Anugrah 8 segera mengikuti setelah pengurusan izin kapal selesai.

Tidak hanya Merauke, Perum Perindo akan mengoptimalkan serapan ikan tangkapan nelayan di berbagai wilayah di Indonesia. Sejak 2015, Perum Perindo berupaya mengadakan puluhan unit kapal yang direncanakan terealisasi hingga akhir 2016.

Perum Perindo selama ini bergerak di bidang produksi dan perdagangan ikan dan hasil laut, budidaya ikan, udang, sidat, dan sumber daya perairan darat dan laut.

Selain itu juga pengolahan ikan dan hasil laut, produksi dan perdagangan sarana dan prasarana produksi perikanan, serta pengelolaan pelabuhan dan kawasan industri perikanan.

Comments are closed.